PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL
Aspek Demografis dari
Individu Pengguna Internet, Pengaruh Status Sosial Ekonomi (SES)
Kehadiran sistem teknologi informasi telah banyak mengubah perilaku dan
segala aspek masyarakat saat ini. Internet merupakan salah satu teknologi
informasi yang tercanggih pada abad ini, sehingga dapat meningkatkan kualitas
mutu pada sumber daya manusia yang tinggi terutama untuk negara kepulauan
seperti di Indonesia. Aspek demografi merupakan salah satu faktor yang mampu
mempengaruhi perilaku konsumen untuk mengambil keputusan dalam pembelian,
termasuk juga perilaku penggunaan internet. Teknologi informasi telah membuka
mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan
sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas secara global. Kita tahu bahwa
dalam perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola
interaksi masyarakat, yaitu interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya.
Internet telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat,
perusahaan/industri maupun pemerintah. Hadirnya internet telah menunjang
efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai
sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi
yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga
lainnya. Internet tidak mengenal batas negara atau benua (tidak ada batasan).
Walaupun beberapa isi di dalamnya mencerminkan serta mempertahankan ciri-ciri
yang bersifat khas, tetapi internet seakan-akan telah berhasil menciptakan
suatu alam yang baru, suatu kehidupan yang baru, suatu masyarakat baru yang
bersifat mendunia (global society). Internet adalah media yang tidak pernah
tidur (istirahat), ada sepanjang waktu atau hadir selama 24 jam non stop
sepanjang hari. Hal ini mungkin tidak akan ditemui pada media-media lainnya.
Dengan menggunakan internet pemakai dapat memilih berita atau data apa saja
yang diinginkan, tanpa harus menunggu.
Data
demografis adalah suatu deskripsi mengenai gambaran karakteristik penggunaan
Internet yang meliputi tingkat usia, jenis kelamin, tingkatan pendidikan, jenis
pekerjaan dan tingkat pendapatan pengguna. Nah disini saya akan memfokuskan
pada faktor tingkat pendapatan pengguna atau status sosial ekonomi (SES)
pengguna internet tersebut.
Pengertian Status Ekonomi
- Status sosial ekonomi adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat, status sosial ekonomi adalah gambaran tentang keadaan seseorang atau suatu masyarakat yang ditinjau dari segi sosial ekonomi, gambaran itu seperti tingkat pendidikan, pendapatan dan sebagainya. Status ekonomi kemungkinan besar merupakan pembentuk gaya hidup keluarga. Pendapatan keluarga memadai akan menunjang tumbuh kembang anak. Karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun skunder (Soetjiningsih, 2004).
- Status ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga di masyarakat berdasarkan pendapatan per bulan. Status ekonomi dapat dilihat dari pendapatan yang disesuaikan dengan harga barang pokok (Kartono, 2006).
Tingkat
pendapatan sangat berpengaruh kuat dalam penggunaan jasa internet di dunia ini.
Dengan adanya pertumbuhan internet akan berpengaruh erat dengan kondisi
perekonomian individu maupun suatu negara. Semakin kuat kondisi perekonomian
individu maupun negara maka tingkat penetrasi penggunaan jasa internet semakin
meningkat yang akhirnya dapat menekan biaya pemakaian internet. Tingkat
pendapatan di Indonesia sangat berpengaruh terhadap pengaksesan internet karena
mahalnya biaya akses (Suhardiman, 2002). Hal ini disebabkan oleh :
1.
Kebutuhan akan penetrasi sambungan jaringan telepon masih rendah.
2.
Distribusi sambungan akses internet tidak merata di seluruh wilayah Indonesia
karena sistem distribusi jaringan akses internet masih terpusat pada kota besar
saja.
3.
Masih mahalnya sewa transponder satelit untuk melakukan akses internet sebagai
tulang punggung back bond untuk mempercepat akses internet yang mempunyai
respon sangat tinggi.
Penggunaan
Internet secara umum dikuasai oleh kaum muda, karena kelompok pada umur 17-29
tahun lebih memungkinkan on-line daripada populasi yang lain, dan pada puncak
penggunaan Internet adalah kelompok umur 30-49 tahun. Kelompok yang mungkin
lebih sedikit on-line adalah kelompok paruh baya. Ditinjau dari jenjang
pendidikan, maka tingkat Sarjana adalah calon pengguna internet yang
terbanyak dan kemudian disusul pada tingkat SLTA, dan sisanya adalah
masyarakat umum yang tidak mengerti tentang penggunaan internet. Dilihat dari
jenis pekerjaannya staff biasa (karyawan) adalah yang paling banyak menggunakan
jasa internet, karena karyawan mempunyai tuntutan pekerjaan yang mengharuskan
mereka mencari nafkah dan juga mencari sumber-sumber informasi untuk membantu
kelancaran tugas pekerjaannya. Dan pada kenyataannya pelajar/mahasiswa lebih
banyak mengakses jasa internet dibandingkan kaum profesional yang memiliki
keahlian.
Internet
dapat berjalan secara On-Line secara 24 Jam Non-stop jika adanya calon pengguna
yang benar-benar aktif dalam menggunakan internet. Pengguna yang aktif dapat
melakukan pengaksesan internet secara rutin yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan, misalnya : mencari informasi, membantu pekerjaan, melakukan
komunikasi secara Chatting, berkirim surat elektronis (e-mail), dan lain
sebagainya. Sedangkan pengguna yang pasif adalah pengguna yang hanya
menggunakan sarana internet pada saat-saat tertentu saja.
Menurut teori
e-Business, jenis pekerjaan akan mempengaruhi bentuk dan pola konsumsi
seseorang dalam penggunaan internet. Sehingga dalam kasus tersebut maka jenis
pekerjaan akan menentukan status sosial yang mapan dan juga akan mempengaruhi
pola dan bentuk konsumsi seseorang. Padahal orang-orang yang bertempat tinggal
di kota-kota besar pada kenyataan mempunyai kecenderungan pola konsumsi yang
berlebihan. Misalnya saja ada seseorang karyawan akan lebih sering mengakses
media internet daripada orang lain yang tidak mengakses internet, hal ini
dikarenakan mereka secara finansial mampu untuk membayar segala fasilitas
internet ataupun karena faktor lingkungan kerja merekalah yang telah disediakan
berbagai kecanggihan fasilitas teknologi internet. Faktor pendidikan juga mampu
mempengaruhi jenis pekerjaan seseorang pengguna jasa internet yang
mempermudahkan untuk mengoperasikan komputer yang mempunyai kemampuan akan
teknologi informasi baik hardware maupun software.
Daftar
Pustaka :
https://melanisitmel.wordpress.com/2013/11/17/psikologi-dan-teknologi-internet-3/
(diakses pada tgl 29 Oktober 2015, 18:35)
http://dr-suparyanto.blogspot.co.id/2010/07/konsep-dasar-status-ekonomi.html?m=1
(diakses pada tgl 29 Oktober 2015, 19:00)
Kinerja
Kelompok :
Jelaskan teori e-business ?
BalasHapusTerima kasih informasinya sangat jelas dan lengkap :)
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapussangat membantu informasinya :)
BalasHapus