REVIEW FILM KARTUN PHINEAS AND FERB YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEORI PSIKOANALISA
Judul: Phineas and Ferb
Produksi: Walt Disney
Tokoh: Phineas, Ferb, Candace, Isabella
Genre: Kartun








Kartun serial phineas and ferb adalah serial kartun disney yang sangat digemari oleh anak-anak. dimana di setiap episodenya menyuguhkan cerita-cerita yang menarik untuk ditonton. Bentuk karakteknya yang unik-unik pun membuat kartun ini bisa menarik banyak perhatian orang-orang. bukan hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa.

Phineas and Ferb tiap episodenya mengisahkan tentang aktivitas yang dilakukan oleh kedua kakak beradik Phineas dan Ferb selama musim panas. Kegiatan yang mereka lakukan juga sangat kreatif dan tidak pernah terpikirkan oleh penonton anak seumuran mereka bisa membuat alat-alat atau bangunan yang berbau sains. 

Tetapi aksi mereka ini selalu ingin dilaporkan oleh kakak perempuan mereka yang bernama Candace. Candace selalu berambisi untuk menangkap basah kedua adiknya karena telah membangun atau bereksperimen di halaman belakang rumah mereka ini. Ia selalu berusaha untuk mengadukannya kepada ibunya. Tetapi Phineas dan Ferb tidak pernah merasa ketakutan atas perlakuan Candace tersebut dan selalu masa bodo atas sikap Candace dan melanjutkan pekerjaan mereka.

Tapi herannya, setiap kali Candace berusaha untuk memberitahu ibunya tentang benda-benda ciptaan Phineas dan Ferb di halaman belakang rumah mereka, ciptaan Phineas dan Ferb pun tiba-tiba selalu menghilang sehingga Candace selalu gagal untuk menangkap basah kedua adiknya tersebut. Akhirnya ibunya pun tak pernah percaya dengan apa yang dikatakan Candace.

Ternyata, ada kisah dibalik mengapa Candace tidak pernah bisa mrenangkap basah kedua adiknya tersebut. kartun ini diambil dari kisah nyata seorang gadis bernama Candace yang mengidap penyakit schizophrenia.

Schizophrenia adalah gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, emosional dan tingkah laku.la adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi(keyakinan yang salah) dan halusinasi(persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Istilah skizofreniaberasal dari kataschizos : pecahbelah dan phren :jiwa. Skizofreniamenjelaskanmengenai suatugangguan jiwadimana penderitamengalamiperpecahan jiwaadanya keretakanatau disharmoniantara prosesberfikir, perasaandan perbuatan,Kraepelin seorangahli kedokteran jiwadari kota Munich memaparkan skizofrenia sebagai bentuk kemunduran intelegensi sebelum waktunyayang dinamakannya demensia prekox ( demensia : kemunduran intelegensi) prekox (muda, sebelumwaktunya).

Ada banyak perkiraan sebagai penyebab terjadinya skizofrenia, baik yang berasal dari badaniah(somatogenik) maupun psikologis (psikogenik). Perkiraan penyebab skizofrenia yang berasal dari segifisik yang pertama adalah berasal dari faktor genetik atau faktor keturunan, hal ini telah dibuktikandengan penelitian tentang keluarga penderita skizofrenia. Potensi untuk mendapatkan skizofreniatidak langsung diturunkan melalui gen resesif, potensi ini mungkin kuat tapi mungkin lemah sebabselanjutnya juga akan tergantung pada lingkungan individu apakah akan menjadi skizofrenia atau tidak.

Ada beberapa ahli yang menjelaskan mengenai teori psikogenik yang pertama adalah teori AdolfMeyer, menurut meyer skizofrenia merupakan suatu reaksi yang salah, suatu maladaptasi, oleh karenaitu timbul suatu disorganisasi kepribadian dan lama-kelamaan orang itu menjauhkan diri darikenyataan (otisme). Kemudian teori Sigmund Freud, menurut Freud dalam skizofrenia terdapatkelemahan ego, yang dapat timbul karena penyebab psikogenik maupun somatik, superego dikesampingkan sehingga tidak bertenaga lagi dan Id yang berkuasa serta terjadi suatu regresi kefase narsisisme.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penelitian Psikologi dan Internet

Sejarah Terbentuknya Komunitas Online (Social Network)